Last Kiss From Avelin

Description

Outright

Description

Devadata

Description

Beside

Description

Deadsquad

Description

Showing posts with label Biography. Show all posts
Showing posts with label Biography. Show all posts

Monday, 23 September 2013

Bio Band Children Of Gaza


"Kami hanyalah sekumpulan musisi yang bisa merasakan penderitaan anak2 Palestina yang sampai detik ini terdzhalimi.,dan kami mewakili mereka untuk menyuarakan itu kepada dunia tentang apa-apa yang terjadi disana dan dunia pada umumnya dengan untaian nada dan sya'ir yang telah kami rancang sehingga lebih tajam dari pedang. kami ada berlandaskan cinta terhadap Palestina dan anak-anak kecil, maka barang siapa memuliakan keduanya, maka kami memuliakannya."


CHILDREN OF GAZA band yang berasal dari jakarta, didirikan oleh Anis (ex Log Guns,ex Alas Roban,Ex Invictus, Ex Wolfgangs) pada tanggal 01 January, 2010. Pria yang bernama lengkap Husein Al Attas (lahir 1989) ini sebenarnya sudah berencana untuk mendirikan Children of Gaza sejak awal 2009, hanya saja belum bisa terlaksana saat itu disebabkan kesibukannya dengan Log Guns (Log Zhelebour Production).

Pembunuhan, penindasan, pemerkosaan hak asasi yang terus terjadi terhadap “Children of Gaza” di Gaza (Palestina) membuatnya berinisiatif untuk melakukan sesuatu dengan cara menyuarakan atas apa-apa yang menimpa mereka melalui latunan lagu yang secara garis besar biasa kita sebut "metal". Dan ia pun memadukannya dengan nuansa musik dari Timur Tengah. Meski begitu, Children of Gaza tidak hanya berbicara tentang “Gaza”, namun juga hal-hal lainnya yang perlu untuk disuarakan.

First line up dari Children of Gaza adalah Anis (Lead Vocal), Rocky (Guitar), Ghozi (Guitar), Akbar (Bass), Hendra (Drum).
dan kini formasi kami mengalami perubahan menjadi :
- Anis (Lead Vocal)
- Aliem (Lead Guitar)
- Syarief (Keyboard)
- Freddy (Bass)
- Maldo (Drum).

Secara musical, kami terinspirasi dari begitu banyak band dan aliran musik, dari mulai Blues,Classic Rock, Hard Rock, Progressive Metal, Trash Metal, Death Metal, Speed Metal, Nu Metal, Horror Metal, Atmospherical, Opera Vocal, Experimental, hingga Folk.
Dan Folk (Middle Eastern) memiliki peranan tersendiri bagi kami.

Friday, 20 September 2013

Bio Band Garang


GARANG berdiri sejak tahun 2008 terbentuk dalam komunitas PURI ATTACK di Kota Cimahi dengan personil awal, yaitu Ruli a.k.a Abah (X JIHAD) as Bass, Onedie as vokal , Denzai as guitar, Irza (X JIHAD) as drum dan Eka as gitar. Nama GARANG diambil dengan filosofi bahwa kata GARANG terdengar familier, berkesan kuat, dan kami ingin membuat musik yang terdengar GARANG namun harmoni. Setengah tahun perjalanan kami jalani dengan membuat demo dan manggung dalam acara kecil maupun besar selain di Cimahi dan Bandung.
GARANG juga sering manggung di kota-kota seperti Jakarta, Tasikmalaya, Bekasi, Depok, Sumedang dan Beberapa kota di Jawa Timur. 

Awal tahun 2009 kami mendapat tawaran dari label "Sevared Records (USA)" untuk membuat album, dikarenakan adanya penyimpangan waktu dan buruknya komunikasi diantara personil serta padatnya jadwal di PURI ATTACK pada saat itu membuat kesempatan tersebut tidak menjadi prioritas GARANG.
Di tahun yang sama pula gitaris GARANG (Eka & Denzai) mengundurkan diri karena memilih untuk fokus dalam bidang lain, dan di akhir 2009 onedie mengundurkan diri karena memilih untuk fokus pada Necro Terror. dan sekarang (akhir 2012) GARANG berformasi baru yakni:

Exan a.k.a Kakang as vokal,
Rully a.k.a Abah as Bass,
Irza as drumm 

Tinggalah kami bertiga berkomitmen untuk tetap bertahan dan berkarya di GARANG sampai saat ini (2013)... .. Musik yang kami usung beraliran dasar Death Metal bernuansa Timur Tengah, Etnik, dan Tradisional (Sunda). Untuk mengisi musik, GARANG menggunakan lirik-lirik yang bervariatif. Lagu demo anyar yang telah kami buat, diantaranya: ..
1. Intro
2. Birokrasi Dajjal
3. Front Pembela Iblis
4. Perang Getih
5. Luchifer Berjubah Putih
6. Tangisan Bocah Tak Berdosa
7. Mr. Killer

Saturday, 6 July 2013

Bio Band Lamb Of God


Lamb of God merupakan band groove metal Amerika yang terbentuk di tahun 1990 di daerah Richmond, band dibentuk dari sebuar ruangan di Virginia Commonwealth University berdiri atas gagasan Mark Morton, Chris Adler, John Campbell Virginia yang awalnya dikenal dengan nama Burn the Priest. Mereka mengubah nama tersebut setelah merilis debut album yang bertitel sama dengan nama band, yakni Burn the Priest (album) di tahun 1999 secara indie. Lalu Abe Spear (Guitar) mundur dari line up band ini, kemudian poisisi nya diganti oleh Willie Adler yang merupakan adik kandung dari Chris Adler, lalu mulailah berdiri Lamb of God yang konsisten dengan line up :
Randy Blythe – Vocal
Mark Morton – Guitar
Willie Adler – Guitar
John Campbell – Bass
Chris Adler – Drum
Musik-musik yang mereka mainkan juga dikenal sebagai New Wave of American Heavy Metal. Sejauh ini mereka telah merilis enam album penuh, satu album live dan tiga DVD dengan penjualan yang rata-rata mencapai lebih dari dua juta keping untuk wilayah Amerika. Dan di tahun 2007 band ini dianugrahi penghargaanGrammy Award untuk kategori Best Metal Performance atas rilisan bertitel Sacrament yang beredar di tahun 2006
Lamb of God telah melakukan tur Ozzfest sebanyak dua kali dan mereka juga tampil di hajatan Download, Soundware serta Gigantour festival.

Sunday, 23 June 2013

Bio Band Sorban Hitam



Sorban hitam salah satu band asal kota hujan bogor yang beraliran gothic black metal.yang dibentuk PADA TANGGAL 27 JANUARI 2011

Personil Sorban Hitam :
RIZKY DWIE RAHLIANDI : VOICE & GROWL
WINDY PRIHARTINI : FEMALE VOICE
EGA NUGRAHA : GUITAR 1
RD IKBAL MAULANA : GUITAR 2
FIJAR DUWI IRAWAN : BASS
DODI NURHADI : DRUM
DIYEN REXY : KEYBOARD

Wednesday, 12 June 2013

Bio Band Bring Me The Horizon


Bring Me the Horizon adalah sebuah band metalcore inggris dari Sheffield, Yorkshire, yang dibentuk pada tahun 2004. Mereka memainkan gaya musik yang sekering death metal dan metalcore, yang dikenal sebagai deathcore pada album pertama mereka - tetapi mereka telah diambil pada gaya yang lebih beragam dengan album terakhir mereka.

Awal tahun dan Count Your Blessings (2004-2007)


Bring Me the Horizon dimulai pada 2004 dengan anggota band banyak yang tidak berfungsi dari sekitar daerah setempat. Mereka memperoleh nama mereka didasarkan pada sebuah baris yang diambil dari film Pirates of the Caribbean, di mana Kapten Jack Sparrow berteriak "Sekarang ... Bawa saya bahwa cakrawala. " Setelah sedikit mengubah garis aslinya, dengan hanya mengubah 'yang' menjadi 'bagian', Bring Me the Horizon kemudian menjadi nama resmi dari band.

Mereka saat ini masuk untuk Visible Noise Records, tapi pada awalnya masuk ke Thirty Days of Night Records dan merupakan band pertama yang akan ditandatangani pada label. Band ini juga menandatangani kontrak dengan batu nisan Records di Amerika Serikat dan untuk Shock Records di Australia. Mereka merilis album debut mereka Count Berkat Anda pada bulan Oktober 2006 di Inggris dan pada bulan Agustus 2007 di Amerika Serikat. Mereka telah melakukan tur di masa lalu dengan band-band seperti Lostprophets, The Blackout [7]; Killswitch Engage dan The Haunted. Mereka melakukan tur headlining di Inggris selama bulan Maret dan April 2007 dengan sekarang mati Metalcore band saya Tewas Prom Queen. Mereka bermain Download Festival 2007 di bulan Juni juga dengan Iron Maiden, Slayer, dan lain-lain.

Mereka juga memainkan kaki di Amerika Utara tur, termasuk penampilan tamu Travis McCoy from Gym Class Heroes pada 6 Agustus di Calgary. Dia bergabung dengan nyanyian Oli di awal lagu mereka "tidak Diamonds Are Forever".

Pada November 2007 mereka tur di Australia kaki Gigantour, bermain tiga tanggal. Mereka kembali ke Australia pada Mei-Juni 2008, muncul pada saya Tewas Prom Queen's terakhir yang pernah tur.
Musim bunuh diri dan perubahan line-up (2008-2009)

Bring Me the Horizon itu telah menulis dan merekam album studio kedua di awal tahun 2008. Mereka sudah di Swedia merekam album sepanjang bulan April dan Mei dengan Fredrik Nordström, yang telah bekerja dengan band-band seperti At The Gates, Arch Enemy, I Killed The Prom Queen dan Dimmu Borgir. Album ini dirilis pada 29 September 2008. Musim bunuh diri sama sekali berbeda dengan album sebelumnya Count Berkat Anda, memiliki getaran yang lebih Metalcore itu, mirip dengan merilis EP debut, ini adalah Apa yang The Edge of Your Seat Was Made For.

Band baru-baru ini memulai tur utama pertama mereka dari Amerika Serikat, dan juga tampil di Warped Tour 2008. Bring Me the Horizon juga bergabung mindless Self Indulgence, In Case Of Fire, Black Tide dan Dir en grey di Kerrang! 2009 Inggris dan tur tanpa henti.Mereka juga menetapkan untuk bergabung Kamis, Kanker Kelelawar, Empat Tahun yang kuat dan Pierce the Veil pada Taste of Chaos 2009 tur Amerika Utara.

Diumumkan pada 27 Agustus 2009 yang Bring Me the Horizon akan merilis versi remixed Suicide Season, berjudul Suicide Season: Cut Up, di Inggris pada 2 November 2009. Dalam sebuah wawancara dengan Rock Sound, Oliver Sykes menyatakan bahwa ide muncul setelah meminta seorang teman untuk remix salah satu lagu mereka, dan setelah sangat senang dengan hasil akhirnya band ini memutuskan untuk mengambil langkah lebih lanjut dan mendapatkan seluruh Suicide Season remixed. Musisi dan produser yang ditampilkan di album termasuk Tek-One, Robot Sonic, Ben Weinman dari The Dillinger Escape Plan, protes Kolektif, L'Amour La Morgue (Ian Watkins dari Lostprophets), Utah Saints dan Shawn Crahan dari Slipknot. Sykes juga menyatakan bahwa "Tidak ada lagu di sana yang benar-benar terdengar seperti aslinya. Apa yang baik meskipun adalah keragaman setiap lagu. Ada menjuluki-langkah untuk hip-hop, elektro untuk drum dan bass "

Bulan Maret 2009, gitaris Curtis Ward meninggalkan band. Sejumlah alasan telah dikutip untuk keberangkatan: dalam sebuah wawancara, Matt Kean bassis berkomentar bahwa "itu jelas ia tidak menikmati itu" dan bahwa "hanya tentang komitmen".Pada bulan Mei 2009, Jona Weinhofen , sebelumnya I Killed The Prom Queen dan Pendarahan Melalui, bergabung dengan band di dasar sementara untuk mengisi-in untuk Curtis. Namun, terungkap pada bulan Juli 2009 bahwa ia akan menjadi anggota resmi dari Bring Me the Horizon, sebagian karena dia tidak puas dengan tinggal di Amerika, maka meninggalkan Bleeding Through. Menurut Oliver Sykes dalam sebuah wawancara pada subjek, Weinhofen telah menyuntikkan band yang baru ditemukan antusiasme, menyebabkan pertunjukan band yang akan 'jauh lebih baik dan menyegarkan ", dan ia merasa mereka telah' melangkah ke tingkat lain '.
Album ketiga (2009-sekarang)

Dalam sebuah wawancara dengan Kerrang! Majalah, itu diungkapkan bahwa Bring Me the Horizon akan segera mulai menulis tindak lanjut Suicide Season selama musim panas tahun 2009, dengan rencana untuk masuk ke Studio dengan produser Fredrik Fredman Nordström (yang diproduksi Suicide Season) pada Maret 2010, mudah-mudahan mengakibatkan rilis album di musim panas 2010.
Kontroversi
Nottingham insiden

Sementara tur di Inggris Raya tuduhan-tuduhan diajukan terhadap vokalis Oliver Sykes bahwa ia kencing atas dan kemudian menyerang seorang penggemar wanita setelah pertunjukan di Nottingham Rock City ketika ia diduga menolak ajakan seksual-nya. Sykes kemudian dituduh mengencingi kipas angin, tetapi tidak dengan serangan fisik.Online Music Zine Tenggelam Dalam Suara mengklaim bahwa Bring Me The Horizon dilarang dari Nottingham Rock City.Namun label band Terlihat Kebisingan menyangkal desas-desus dan band kemudian memainkan Nottingham Rock City pada 1 Desember 2007.

Pada 13 April Sykes Nottingham muncul di sidang pengadilan atas tuduhan penyerangan umum yang berkaitan dengan dugaan insiden buang air kecil, yang dia mengaku tidak bersalah. Kasus itu ditunda sampai awal Mei.Pada tanggal 3 Mei 2007 Nottingham Magistrates Sykes dihadiri pengadilan untuk kedua kalinya dan mengkonfirmasi tidak bersalah. Kasus itu ditunda lagi sampai 17 September.Karena kurangnya bukti, semua tuduhan terhadap Sykes itu dicabut.
YouTube video dengan Arsitek

Selama tur, Bring Me the Horizon dan Arsitek memfilmkan sebuah video yang menunjukkan perkelahian antara Oliver Sykes dan Arsitek 'penyanyi Sam Carter. Video film ini di hari yang semua acara di Karlsruhe, Jerman dan menunjukkan apa yang tampak sebagai Sam Carter melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap Oliver. Video yang diupload ke situs video online, YouTube dari yang menarik ribuan hits. Video ini marah banyak Bring Me the Horizon penggemar menyebabkan banyak orang untuk mengirim surat kebencian terhadap Sam Carter.

"Kami pasangan dengan teman-teman dan berbagi bus selama dua minggu tur!" Carter mengatakan Kerrang!. "Fakta bahwa orang percaya itu nyata hanya begitu konyol! Kami memfilmkan bertengkar tentang tiga kali dan bahkan ditambahkan dalam komedi suara pukulan dan anak-anak masih belum mengirimkan kami over-the-top hate mail!" Oliver Sykes juga berkomentar mengatakan "Semua peristiwa hari bisa membosankan sangat cepat sehingga kami disulap konyol pertama yang bisa kita pikirkan dan membuat itu sebagai luar biasa mungkin. Sam mendapatkan ancaman kematian dari anak-anak dari MySpace dan pada saat yang sama mendapatkan memuji untuk meletakkan aku keluar! Kami minta maaf jika ada yang kecewa dengan ini walaupun aku yakin kebanyakan orang mungkin ini seperti membaca pikiran saya mendapatkan pukulan di wajah! ". Masalah ini kemudian diselesaikan dengan hal-hal kembali kembali normal.

Tuesday, 11 June 2013

Bio Band Jasad


RASANYA akan basi jika membahas "JASAD" hanya dari kacamata musik mereka. Itu karena musik yang mereka mainkan sudah tak punya lagi celah untuk dikritisi. Waktu dan jam terbang telah mengantar Jasad pada level musikalitas di atas rata-rata sehingga apa pun yang mereka rilis sudah menjadi jaminan kualitas.

Jasad sekarang bukan hanya dikenal sebagai band pengusung brutal death metal garda depan. Jasad adalah ikon suksesnya sebuah akulturasi antara budaya barat dan lokal. Merekalah yang meretas konvensi menyelipkan unsur budaya Sunda di antara kebrutalan dan kebisingan metal. Tak heran bila Jasad dianggap bukan hanya tonggak penting scene Bandung Underground. Jasad juga jadi tiang pancang sebuah dekonstruksi kecenderungan di mana memakai atribut budaya lokal adalah juga sebuah kebanggaan.

Banyak literatur yang beredar di dunia maya menyebutkan Jasad didirikan tahun 2000. Namun, Jasad sebenarnya sudah ada sejak 1990. Formasi awal Jasad terdiri dari Yuli, Tito, dan Faried. Tahun 1992, mereka mengalami pergantian personel setelah Faried keluar. Dengan formasi kedua yang terdiri dari Yuli, Tito, Hendrik, dan Abut, mereka merilis dua singel yang direkam secara live, yakni Life ‘n Die dan Fuckin’ Education.

Line up Jasad kembali berubah pada 1994. Yayat, Yadi Behom, dan Dani masuk menggantikan Hendrik, Tito, dan Abut. Praktis hanya Yuli satu-satunya personel asli yang masih tersisa. Dengan line up Yadi Behom (vokal), Yayat (gitar), Yuli (bas), dan Dani (drum), Jasad mengeluarkan EP C’est La Vie yang dirilis Palapa Records. Mini album tersebut berisi tiga lagu yakni Belenggu, Riuh, dan Technological Principal. Lagu yang terakhir disebut tercantum dalam kompilasi paling bersejarah, Independent Rebels yang dirilis tahun 1997.

Jasad ditinggalkan Yadi Behom pada 1998. Setahun kemudian giliran Yayat yang cabut. Sebagai gantinya, Jasad menggamit Man dari Injected Sufferaged dan Ferly dari Forgotten. Dengan formasi Man (vokal), Ferly (gitar), Yuli (bas), Dani (drum), Jasad berkibar sebagai salah satu band death metal paling berpengaruh di tanah air.

Sempat merilis EP Ripping the Pregnant, mereka akhirnya melakukan pencapaian luar biasa saat mengeluarkan album bertajuk Witness Of Perfect Torture pada 2001. Album ini dirilis Rottrevore Records dan kemudian dirilis ulang Forever Underground.

Nama Jasad sendiri dicetuskan Yuli, sang basis. Yuli mengaku nama itu ia dapat ketika suatu saat melihat seseorang mengenakan baju bertuliskan Jasad. Nama itu kemudian ia jadikan band yang dibentuknya.

Line up Man, Ferly, Yuli, dan Papap, sanggup bertahan salama satu dekade. Memasuki tahun 2011, Jasad melakukan pergantian personel di posisi drum. Itu pun karena terpaksa setelah Papap mengalami kecelakaan yang cukup parah. Jasad kemudian menggelar audisi.

Dulu ketika Yuli memilih nama Jasad karena alasan ingin memberi kesan seram tapi tetap dalam bahasa Indonesia. Namun, sekarang mereka punya makna sendiri untuk nama band mereka. “Bagi saya Jasad bisa berarti jang sadayana atau jang sadunia,” seloroh Man.

Bahkan sejak 2008, Man mengartikan nama Jasad dengan akronim yang lebih edan yakni: Jarang Ada Satria Abadi di Sini’,” jelas Man

Apa pun, banyak parameter yang bisa dijadikan penanda bahwa Jasad sangat layak ditahbiskan sebagai band deathmetal paling berpengaruh untuk scene bawah tanah. Bukan hanya di Bandung, tapi juga tanah air.

Bio Band UnderGod


“AING hirup di tanah Sunda. Geus hiji kawajiban ngamumule Ki Sunda. Mun urang bule bangga ngomong make basana sorangan, ku naon urang henteu.” Itulah kalimat yang terlontar dari mulut Kinoy Bacok saat ditanya perihal alasan memilih kesundaan sebagai ciri khas Undergod.

“Ku jalan nyieun lirik lagu make Basa Sunda, ngomong sapopoe, jeung make iket ieu, urang hayang mere tangara ka balarea yen urang Sunda teh eksis dina sagala widang,” cetus Kinoy lagi sambil menempelkan telunjuk ke kepalanya yang memang dibebat iket Sunda.

Kinoy selalu bicara berapi-api tentang Sunda, termasuk cap kampungan yang diterimanya saat pertama kali memutuskan memakai Basa Sunda dalam lagu-lagu Undergod. “Sumpah, baheula mah babaturan sorangan ge protes gara-gara urang nyieun lagu make Basa Sunda. Tapi, urang milih panceg kana eta pilihan. Alhamdulillah, hasilna jiga ayeuna. Da ari kahayang dina hate leutik mah, band kami ge make kecap Sunda. Lain Undergod. Tapi da geus kagok,” tukasnya.

Dibalut kualitas musik yang memang keren, keputusan Kinoy tersebut akhirnya menuai hasil positif. Bahkan kini Undergod begitu identik dengan tradisi Sunda. Mereka termasuk satu dari sedikit band yang dengan kesadaran penuh menyelipkan tradisi leluhur dalam setiap aksi panggung.

Nama Undergod mulai menjulang setelah tampil di panggung Bandung Death Fest 3. Di acara yang dihadiri lebih dari 3.000 penonton itu, Undergod layak dijadikan sebagai salah satu performer terbaik. Padahal jauh sebelum itu, Undergod nyaris kandas setelah mengalami stagnasi selama tiga tahun sejak 2004.

Dibentuk pada 2004, Undergod mengawali eksistensi mereka dengan formasi Kinoy (vokal), Said (gitar), Abas (bass), dan Uti (drum). Namun, dengan formasi seperti itu, laju Undergod tidak berjalan mulus. Mereka sempat mengalami kebuntuan dalam bermusik. Beruntung mereka akhirnya sanggup melewati masa-masa sulit tersebut.

Keputusan mengubah formasi dengan menggeser Abas dari bassis menjadi penggebuk drum, jadi manuver brilian yang akhirnya mengubah garis tangan Undergod. Terlebih lagi setelah formasi anyar tersebut mampu menelurkan sebuah lagu berjudul Cai Kawantun. Singel pertama ini dirilis di bawah Pieces Records.

Nama Undergod makin berkibar setelah merilis lagu berjudul Kudak-kadek sebagai singel kedua. Di lagu ini mereka menggandeng Aki Amenk (Disinfected). Karena merasa pol dengan komposisi Kudak-kadek, Undergod menyertakan nomor ini dalam kompilasi Padiga (Panceg Dina Galur Compilation, 2009).

Lagu lain yang tak kalah impresif adalah Saguru Saelmu Tong Ngaganggu, yang kemudian terpilih jadi salah satu materi kompilasi Brutally Sickness yang dirilis Extreme Soul Productions.

Kini membicarakan Undergod adalah juga membicarakan pula tentang kesundaan. Mereka sukses menjadikan Ki Sunda sebagai teror baru yang sanggup mengusik sudut pandang anak muda. Dan hasilnya, mereka jadi satu-satunya band yang musiknya mendapat sebutan Technical Sundanese Death Metal.

Friday, 7 June 2013

Bio Band Captain Jack


Personil CAPTAIN JACK adalah :


Momo (Vokal, Gitar)Zuhdil (Gitar)Novan (Bass)Ismeth (Keyboard, Synth)Andi (Drum)
CAPTAIN JACK adalah kekuatan, kebersamaan, dan kejujuran, baik dalam berkarya maupun dalam keseharian.

Terlahir di Jogjakarta tanggal 4 Desember 1999 lewat sebuah penyatuan hati, emosi, pengalaman hidup dan keinginan yang menuntun CAPTAIN JACK kedalam dunia seni yang sarat akan kreatifitas.
Dalam lagu-lagunya, CAPTAIN JACK merasakan, menanyakan, mengungkapkan, dan membicarakan segala bentuk kenyataan sehari-hari yang disadari atau tidak, yang mengiringi perjalanan manusia mengikuti perputaran waktu yang terkadang lebih cepat dari langkah manusia itu sendiri.
Disaat orang berlomba untuk bercerita tentang cinta, CAPTAIN JACK menghadirkan sisi lain dari pengalaman dan perjalanan hidup manusia yang sering bertabrakan antara keinginan dan kenyataan, kepedihan dan kesedihan yang tersimpan, letupan-letupan emosi, serta pesan-pesan yang mengingatkan manusia bahwa hidup bukanlah sinetron, hidup bukanlah sesuatu yang selalu indah.
Musik CAPTAIN JACK diwarnai suara distorsi menderu, hentak beat bertenaga, harmonis dengan lirik yang pedas namun jujur. Band seperti Staind, Chevelle, Silverchair, Static X dan sejenisnya telah menjadi racun dalam darah CAPTAIN JACK yang menyebut dirinya sebagai band Nu-Rock.

Wednesday, 5 June 2013

Bio Band Alesana


Alesana (berasal dari nama kota Alice dan Anna) adalah sebuah band post-hardcore dari Raleigh, North Carolina. Mereka telah merilis satu EP, dan 5 dari 7 lagu pada EP digunakan dalam 2 album penuh mereka. Band ini telah merilis 3 album penuh.



Sejarah Album:
Formation and Try This with Your Eyes Closed (2004–2005)

meskipun band ini lahir di Baltimore, Maryland. tapi band ini resmi dibentuk di Raleigh pada bulan Oktober 2004, Carolina Selatan oleh Shawn Milke, Patrick Thompson, Dennis Lee, Steven Tomany dan Daniel Magnuson. Nama band ini berasal dari Aliceanna St. Alesana adalah band pertama yang bergabung dengan Tragic Hero Records pada tahun 2005, dan 3 lagu mereka (demo) berjudul "Apology", "Beautiful In Blue" dan "Goodbye, Goodnight for good" yang tampil di kompilasi All The Tragedy Money Can Buy. Kemudian mereka merilis debut EP, Try This With Your Eyes Closed, pada bulan Mei tahun 2004. Mereka melakukan tour di Amerika Serikat, termasuk penampilan di Festival Cornerstone. Pada tahun yang sama, Daniel Magnuson digantikan oleh Will Anderson.

On Frail Wings of Vanity and Wax (2006–2007)

Pada tahun 2006 mereka merekrut Jeremy Bryan sebagai drummer baru untuk menggantikan Will Anderson dan merekrut gitaris / vokalis bernama Adam Ferguson sebagai personilnya. Mereka menciptakan album penuh, berjudul On Frail Wings of Vanity and Wax, pada musim panas tahun 2006. Banyak lagu-lagu di album ini yang terinspirasi dari mitologi Yunani, misalnya: "Ambrosia" didasarkan pada kisah Raja Midas bersama Golden Touch penderitaannya hidupnya beserta kutukan-Nya, dan "The Third Temptation of Paris" didasarkan pada Perang Troya. Pada akhir 2006, mereka masuk ke Fearless Records, dan merilis ulang LP pada Maret 2007 menjadi tinjauan yang beragam dan merilis sebuah video clip "Ambrosia". Pada tahun yang sama, lagu "Apology" dalam versi akustik adalah permintaan Punk Goes Acoustic 2. Kemudian pada pertengahan tahun, Steven Tomany meninggalkan band dan digantikan oleh Shane Crump yang sebelumnya bermain bass untuk Your Name In Vain. Mereka juga bermain di seluruh Warped Tour 2007 dan 2010. Di awal tahun 2008, On Frail Wings of Vanity and Wax masuk dalam chart Billboard Heatseekers, memuncak pada list 44.

Where Myth Fades to Legend (2008-2009)

Pada tahun 2008 Alesana selesai merekam album kedua mereka, "Where Myth Fades to Legend". Album ini dirilis pada tanggal 3 Juni 2008 dan populer di situs torrent pada 25 Mei 2008. Where Myth Fades to Legend juga judul tour mereka bareng dengan Sky Eats Airplane, Our Last Night, Lovehatehero, dan The Chariot. Shane Crump baru-baru ini terungkap dalam intro untuko 4 video blog Alesana di purevolume menjadi vokalis di album baru. Semua vokal perempuan dikemas menjadi satu pada album. band ini selesaikan oleh Melissa (kakak Shawn Milke). Alesana memulai tournya lagi pada bulan November, dan akan manggung di Amerika Serikat bagian timur, yang meliputi pertunjukkan di New Jersey, New York, dan Pennsylvania dengan A Static Lullaby, Greeley Estates, Jamies Elsewhere, dan lain-lain.
Sama seperti album mereka sebelumnya, mayoritas lagu-lagu yang berhubungan dengan mithology. Kecuali untuk "As You Wish", yang didasarkan pada cerita The Princess Bride. Lagu "“All Night Dance Parties In The Underground Palace" sebagian didasarkan pada cerita "The Worn Out Dancing Shoes" Album ini diproduksi oleh Steve Evetts dan tulis di Los Angeles, California. Lagu "Seduction" dikatakan sebagai single pertama dari Where Myth Fades to Legend, beserta video clipnya yang diselesaikan pada akhir musim panas 2008. lagu "A Most Profound Quiet" telah dirilis pada MySpace mereka. The Seduction "Single" itu bocor ke internet dengan judul "Subscription" di kompilasi Warped Tour 2008. Menurut gitaris/vokalis Shawn Milke, "This is Usually the Part Where People Scream" dipengaruhi oleh Pahlawan acara televisi. "Obsession is Such an Ugly Word".
Pada tahun 2008 Warped Tour, Shane Crump mundur sejenak karena masalah pribadinya dan Jake Campbell (gitaris Twelve Gauge Valentine) menjadi pengisi bassis sementara. Sekembalinya Shane, Adam dan band berpisah dan Jake menjadi gitaris irama.
Alesana tour untuk yang ke sekian kalinya pada 2009 acara Soundwave Festival Australia, bermain bersama Nine Inch Nails, Alice In Chains, Chiodos, All That Remains, New Found Glory, In Flames, Lamb Of God, Silverstein, Billy Talent, Emery, The Dillinger Escape Plan , Anberlin, Underoath dan banyak lainnya band alternatif terkenal. Alesana Drop Dead tour dengan, Gorgeous, Fear Before, I Set My Friends On Fire, dan Fall From Grace di World of Tourcraft akhir tahun itu.
Pada tanggal 20 Januari 2009, video klip untuk "Seduction" secara resmi dirilis dan pada tanggal 10 Maret 2009, Punk Goes Pop album 2 dirilis yang meliputi Alesana tentang "What Goes Around ... Comes Around" oleh Justin Timberlake.
Alesana Where Myth Fades To Legend juga mencetak list di Billboard 200 (#96) dan di Hard Rock Billboard Album (#13).

The Emptiness (2009-2010)

Pada akhir Februari 2009, Shawn Milke Alesana mengumumkan telah mulai menulis materi baru untuk album mendatang mereka. Mereka mulai merekam album studio ketiga mereka, pada bulan Juli 2009, di Portland, Oregon, dengan produser Kris Crummett (Emarosa and DGD). Album yang menurut Shawn Milke di TV Rave, akan berjudul, "The Emptiness". Judul "The Emptiness" juga telah dikonfirmasi dalam sebuah blog pada halaman MySpacenya. Band ini telah membuat kemajuan di studio dapat dilihat oleh fansnya melalui account Twitter dan situs resmi dijalankan oleh band itu sendiri. Pada pertengahan Juli, halaman MySpace Alesana diedit oleh Justin Reich dengan gambar yang diarahkan oleh Shawn, menunjuk terhadap tema dalam konsep album yang menampilkan foto-foto band setelan memegang senjata berdarah di dalam ruang yang ditinggalkan, dan artikel surat kabar dengan judul "Alesana Unveils New Story This Winter".
Shawn Milke muncul sebagai tamu pada band metalcore, debut album Asking Alexandria, pada lagu "Hey There Mr Brooks".
Shawn Milke mengumumkan pada 19 Agustus melalui twitter. "It is 6:19 AM and I just finished my last scream...the record is finished..."The Emptiness" is complete...xo shawn"

* Album ke-4 (Dalam proses) (2010 - Present)

Shawn Milke mengirim postingan di RevolverMag.com tentang keinginan untuk menulis skrip, cerita, dan musik. mempertimbangkan "The Emptiness". Milke melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia selalu menulis, dan bahwa materi baru untuk album Alesana serta bahan untuk lagu "Wake Me Up, Juliet and Tempting Paris" sudah diciptakan.

Personil Band:
Sekarang
* Dennis Lee – screaming vocals (2004–present)
* Shawn Milke – vocals, rhythm guitar, piano,(2004–present)
* Pat Thompson – lead guitar, (2004–present)
* Jeremy Bryan – drums, percussion (2005–present)
* Shane Crump – bass guitar, vocals (2007–2008; 2008–present)
* Alex Torres - lead guitar (2010-present)
Mantan
* Adam "Huckleberry" Ferguson – rhythm guitar, vocals (2005–2008)
* Jake Campbell - lead guitar (2008-2010) bass guitar (2008)
* Steven Tomany – bass (2004–2007)[18]
* Will Anderson – drums, percussion (2005)
* Daniel Magnuson – drums, percussion (2004–2005)
Penyumbang
* Melissa Milke – various vocals seluruh album Alesana
* Adam Fisher (of Fear Before) – pengisi suara di album "The Emptiness"

Info terkait:
* Shawn Milke adalah Mantan vocalist/guitarist/pianist oleh band lokal "The Legitimate Excuse" sebelum Alesana lahir
* Mantan bassist Steven Tomany bergabung dengan We Were Gentlemen setelah keluar dari Alesana
* Jake Campbell adalah mantan guitarist Twelve Gauge Valentine sebelum masuk di Alesana
* Mantan guitarist/backup vocalist Adam Ferguson and Mantan drummer Will Anderson bergabung dengan band metal kristen At His Right Hand (Shishak Attack)
* bassist/backup vocalist Shane Crump bermain untuk Your Name In Vain sebelum bergabung dengan Alesana
* Mantan drummer Alesana Will Anderson bergabung dengan alternative band Harbor View
* guitarist Alex Torres bermain untuk Greeley Estates sebelum bergabung dengan Alesana
* Vocalist/guitarist Shawn Milke, dan kakaknya Melissa Milke menciptakan lagu duet yang berjudul "As You Wish"
* Shawn Milke menjadi tamu vokal untuk lagu Asking Alexandria berjudul "Hey There Mr. Brooks"

Lagu single:
* "To Be Scared by An Owl" pada 23 November 2009.

Monday, 3 June 2013

Bio Band Death Vomit


DEATH VOMIT debentuk pada tahun 1995 di Yogyakarta oleh Dede ( vokal ), Wilman ( gitar ), Ary ( bas ) dan Roy ( drum ). Dengan mengusung musik death metal, mereka langsung membawakan lagu - lagu sendiri. Mereka merilis rehearsal demo dan mendapat respon positif dari pecita musik cadas Indonesia. Respon ini berlanjut dengan sering tampilanya DEATH VOMIT di luar kota Yogyakarta seperti Jakarta, Bandung, Purwokerto, Solo, Malang, Surabaya dan Denpasar walaupun sempat mengalami pergantian formasi. Seiring dengan hal tersebut, materi DEATH VOMIT selanjutnya pun menjadi lebih bertempo cepat dan brutal. Awal 1997, DEATH VOMIT ikut serta dalam album kompilasi musik Underground Indonesia METAL KLINIK I produksi Musica Records. Sejak saat itulah pementasan banyak dilakukan dan tetap menciptakan lagu sendiri.

Hingga pada November 1999, DEATH VOMIT merilis album debut "Eternally Deprecated" yang diproduksi secara D.I.Y ( Do It Yourself ) dibawah label mereka sendiri, Demented Mind Records. Penjualan album ini terbilang lumayan, sebanyak 1500 kaset ludes dipasaran. Hal ini membuat label bandung, Extreme Soul Production merilis ulang album ini. Sampai saat ini kaset yang dirilis ulang tersebut telah terjual sebanyak 2200 kaset. Dengan berjalannya waktu, DEATH VOMIT mengalami kembali pergantian personil. Dan formasi terkini DEATH VOMIT adalah Sofyan Hadi ( Vokal, Gitar ), Oki Hariwibowo ( bass ) dan Roy Agus ( Drum ).

Pada awal mei 2006, DEATH VOMIT merilis album baru "The Prophecy" dibawah label ROTTREVORE RECORDS yang beredar pada Agustus 2006. Terkini DEATH VOMIT merilis DVD "Flame Of Hate" yang berisi konser tunggal mereka yang menggelontorkan 14 lagu.

Beberapa konser Internasional juga sudah mereka lakoni sampai saat ini. Tahun 2010 silam, band ekstrim dari Jogjakarta ini sukses membantai dengan Australian Tour di beberapa kota besar di Australia. Dan baru-baru ini mereka juga berhasil menyita publik negeri jiran setelah membabi buta di Malaysian Tour pada tahun 2013 ini.

DISCOGRAPHY
Eternally Deprecated ( 1999, Demented Mind Records )
Eternally Deprecated ( 2001, Extreme Souls Records )
The Propecy ( 2006, Rottrevore Records )
DVD "Flame Of Hate" ( 2009, Rotrevore Records )
Re-release Eternally Deprecated (2013)

LINE UP
Sofyan Hadi ( Vocal, Gitar )
Roy Agus ( drum )
Oki Hariwibowo ( bas )

Friday, 31 May 2013

Bio Band Purgatory


Purgatory adalah sebuah grup musik death metal asal Jakarta, grup musik ini dibentuk pada tahun 1994 oleh Lutfi sang gitaris bersama dengan adik kandungnya yaitu Al yang memainkan drum. Lirik yang dibawakan oleh Purgatory adalah berkisar tentang ajaran agama Islam, perang Uhud, kematian, dan lain-lain.


Awal terbentuknya mereka sering membawakan lagu Obituary dan Sepultura. Baru sekitar tahun 2002 mereka memutuskan untuk menggunakan topeng dan penambahan personel seorang DJ.
Nama Purgatory diambil dari salah satu film horor yang berjudul A Nightmare on Elm Street dengan ikon horrornya yaitu Freddy Krueger.
Purgatory sendiri di kamus berarti "tempat penyucian dosa". Yang bagi pengertian Islam berarti, neraka "WAIL", yaitu neraka tempat orang2 berdosa (sebelum mereka boleh masuk surga) tapi masih ada iman kepada ALLAH SWT dihatinya. Ini dipelajari dari surah Al-Ma'uun, ayat "Fa wailul lil musholliin...."
Pada September tahun 2002 band ini sudah mulai aktif lagi membuat lagu dan pada saat itu baru ada 3 lagu. Purgatory sempat juga membuat video klip dengan dana kolektif. Dengan formasi baru Al, L.T.F., Amor, Die, Nti, Buday. Band ini pun sempat bikin single dari 3 lagu itu dan single itu dikasihkan ke Rony dan ternyata lagu tersebut banyak sekali kekurangan, yang hasilnya kurang bagus dan harus take ulang lagi, sembari membuat materi lagu baru. Kesemua aktivitas itu dilakukan di Home Studio Ronny.
Ditahun 2003 kemudian aliran musik yang dibawakan adalah metal tapi metal yang dalam arti pendewasaan seperti yang kalian dengar di album terbaru mereka 7:172, berbeda dengan yang sebelumnya. Album Purgatory sekarang dibawah label ZR Production dan titip edar di Sony Music Indonesia.
Band ini, telah mengganti logo lamanya menjadi logo ambigram, yaitu suatu seni kaligrafi teks/huruf dimana gambar yang dihasilkan bukan hanya bisa dibaca dari satu arah, tetapi dari arah sebalikanya. Ambigram Purgatory ini dibuat oleh Thovfa Cb dari studio EndOneStuff.
Dalam album Ambang Kepunahan tahun 1999, cover album didesign pula oleh Thovfa Cb, cover album tersebut merupakan karya pertamanya dalam mendesign cover album, draft cover tersebut sudah ada sejak tahun 1996 dan baru disempurnakan setelah mendapat kabar bahwa Purgatory terpilih untuk merilis full album pertama oleh Rotorcorp. Sejak itu seluruh design cover album, art, logo, merchandise, body paint seluruhnya di percayakan kepada Thovfa Cb.



anggota terakhir
L.T.F - Gitar
Al - Drum
Madmor - Vokal
Bone - Bass
Sandman - Vokal
D'Jackal - DJ/ Sampling/ Programming
BadArt - Gitar

Mantan anggota [sunting]
Arief - Gitar (1992)
Hendri - Bass/Vokal (1992 - 1994)
Erick - Gitar (1993)
Heila - Gitar (1994)
Bobby - Gitar (1994 - masuk kembali 1999)
Arie - Vokal (1994 - 2000)
Ilan - Bass (1998)
Ntie - Bass (2001 - 2005)



Album
1994 – Abyss Call, terdapat 6 lagu – demo album – independen oleh PURGATORY
1998 – Metalik Klinik I, terdapat 1 lagu yang diambil dari album Abyss Call, yakni lagu “Sakaratul Maut” – album kompilasi – Rotorcorp Rec.
1999 – Ambang Kepunahan, terdapat 14 lagu – full album pertama – Rotorcorp Rec.
2003 – 7:172, full album kedua yang terdapat 10 lagu dan ketika di remastering version lagi ditambahkan lagu “Hipocrate dan M.O.G.S.A.W (versi akustik)” – Sony Musica Indonesia
2004 – Metaloblast, terdapat 1 lagu yang diambil dari album “7:172”, yakni lagu “Dragdown” – album kompilasi – Morbid Noise Rec./Reswara Rec.
2005 – OST Gerbang 13, lagu khusus yang dibuatkan adalah “Inside You” – Original Sound Track – dE Record
2005 – Revolution of Sounds, terdapat 1 lagu yang diambil dari OST Gerbang 13, yakni lagu “Inside You” – album kompilasi – SONY/BMG Indonesia
2005 – Planet Rock, terdapat 1 lagu yang diambil dari album “7:172”, yakni “M.O.G.S.A.W.” – album kompilasi – SONY/BMG Indonesia
2006 – Beauty Lies Beneath – full album ketiga – independen oleh PURGATORY
2006 – The Art of Metal, terdapat 1 lagu yang diambil dari album “Beauty Lies Beneath”, yakni “Downfall : The Battle of Uhud” – album kompilasi – Alfa Rec.



Lagu-lagu


>Album "Ambang Kepunahan"
1.Ketika Jantung Tak Berdegup
2.Ambang Kepunahan
3.Rebel
4.Asa
5.Glorify Master Throne
6.Triple Sicks
7.Kematianku yang Agung (Bab 2)
8.Center of Terror
9.Degradasi Dunia
10.Kegelapan
11.Martir Perang
12.Inferno
13.Muak
14.Reformasi (gagal) Total...131198

>Album "7:172"
1.Paranoia
2.Hipocrishit
3.M.O.G.S.A.W.
4.Sanctimonious
5.Dragdown
6.Pathetic
7.Oblivious Insanity
8.Impious
9.Ground Zero
10.Pathetic (accoustic) - [bonus track]
11.M.O.G.S.A.W. (accoustic version) - [bonus track]

>Album "Beauty Lies Beneath"
1.Angerball
2.Lord of War (Ahli Naar)
3.Hellacious Infidel
4.Downfall : The Battle of Uhud
5.Jonah
6.55:13
7.Error
8.Fraud
9....and All Fate is to Die
10.A Repentance
11.Flatlined
12.Inside You - [bonus track]
13.Hypocrite (accoustic version) - [bonus track]



Trivia
Pertama kali dibentuk PURGATORY bergenre “death metal”, kemudian berubah menjadi “nu metal”
Topeng dan body painting dikerjakan sendiri sesuai dengan kreasi masing-masing dengan dibantu oleh tim ENDONE dan teman-teman lainnya.
Semua lirik ditulis oleh SANDMAN dan di aransemen ulang oleh PURGATORY. Inspirasinya dari kehidupan sehari-hari, pengalaman pribadi, sosial, makhluk di sekitar, semua yang dilihat, dengar, rasa dan terutama Pencipta Alam Semesta.
Dalam lagu “55:13”, inspirasinya dikutip dari Al-Qur’an dalam Surah Ar-Rahman ayat 13, yang artinya “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Then which favours of God will you deny?)
Dalam lagu “Downfall : The Battle of Uhud”, inspirasi didapat dari cerita dalam Perang Uhud yang terjadi pada zaman kekhalifahan Rasulullah SAW.
Lagu “Inside You” yang menjadi OST Gerbang 13 pada tahun 2005, di tambahkan sebagai bonus track dalam remastering version album 7:172 serta menambahkan pula lagu “Hipocrite” yang diaransemen ulang dan merupakan versi akustiknya lagu “Hipocrishit” dalam album 7:172 versi terdahulu.
MOGERZ (dulu MOGERS) merupakan sebutan bagi pendengar dan penikmat lagu PURGATORY, diharapkan pula merupakan “pecinta” Rasulullah SAW.
M.O.G.S.A.W. merupakan singkatan dari Messenger of God Sallallahu ‘Alayhi Wassalam, yang maknanya adalah Penyampai Wahyu Allah dan lebih kita kenal dengan Muhammad, Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam.
L.T.F. pernah menjadi peran pembantu dalam sebuah sinetron dan berperan menjadi anak metal.
L.T.F. dan Al pernah menjadi model videoclip Gigi dalam lagu Oo…oo…oo…, mereka berperan sebagai musisi yang sedang diaudisi oleh Gigi.

Bio Band Jamrud


Jamrud adalah band cadas yang berasal dari Indonesia, pertama kali terbentuk pada tahun1989 di Cimahi, Jawa Barat dengan nama Jamrock. Jamrud sejak terbentuknya didepani oleh 'Azis' Mangasi Siagian (gitar) dan 'Ricky' Teddy (bass) dan dikenal sebagai grup musik yang sukses mengusung musik cadas sebagai musik populer di Indonesia pada tahun 90-an.

Latar belakang
Sebelum menjadi Jamrud,

formasi awal Jamrock terdiri dari 'Azis' Mangasi Siagian (gitar), 'Ricky' Teddy (bass), Agus (drum) dan Oppi (vokal). Grup ini beberapa kali mengalami pergantian personil, Budhy Haryono, mantan pemain drum GIGI juga pernah bergabung dengan Jamrock. Formasi Jamrock akhirnya terbentuk menjadi yang populer dikenal oleh penggemarnya tahun 90-an yaitu Azis (gitar), Ricky (bass), 'Anto' Krisyanto (vokal), 'Fitrah' Alamsyah (gitar) dan 'Sandy' Handoko (drum).

Proses menjadi Jamrud
Jamrock memjadi grup musik yang mengusung musik cadas yang disegani di seputar daerah Bandung. Saat itu mereka kebanyakan menampilkan lagu-lagu dari grup-grup musik cadas lain yang telah mempunyai nama. Pamor mereka semakin meningkat saat Krisyanto dan Sandy Handoko (drum) bergabung dengan Jamrock. Krisyanto sendiri pernah meraih predikat sebagai Vokalis Rock Terbaik versi festival rock se-Bandung.

Puas mengusung lagu-lagu milik orang lain, tahun 1995, Azis, Ricky, Krisyanto dan Sandy mulai menulis materi lagu mereka sendiri dan merekam demo mereka. Mereka menawarkan demo tersebut ke label rekaman Log Zhelebour (biasa disebut 'Log') yang memberi sambutan hangat. Jamrock kemudian mendapat kontrak untuk rekaman dan bergabung dengan label rekaman milik Log, yaitu Logiss Records. Dengan masuknya mereka ke dalam label rekaman milik Log, nama Jamrock diubah menjadi Jamrud.

Kesuksesan
Jamrud menjadi matang secara musik dan penampilan di bawah asuhan label rekaman milik Log Zhelebour tersebut. Penjualan album perdana Jamrud, Nekad (1996) meraih angka penjualan sebanyak lebih dari 100 ribu keping dalam waktu singkat. Kesuksesan mereka dilanjutkan dengan album kedua mereka, Putri (1997), yang angka penjualannya mencapai 200 ribu keping. Keuntungan besar dari hasil penjualan album-album Jamrud terus berlanjut hingga mereka merilis Terima Kasih (1999). Album tersebut sangat populer di kalangan generasi muda Indonesia saat itu, terutama lewat lagu "Berakit-rakit" dan "Terima Kasih", sehingga terjual hingga menyentuh angka 750 ribu keping, prestasi yang sangat luar biasa untuk penjualan album musik cadas di Indonesia saat itu.

Puncak kesuksesan komersial Jamrud adalah album Ningrat (2000) yang mencatat angka penjualan sebanyak satu juta keping di Indonesia dengan populernya singel "Surti-Tejo" dan "Pelangi di Matamu" di Indonesia.

Kemunduran
Kesuksesan yang mereka raih tak lepas dari sebuah kejadian yang tak terduga. Pada tahun 1999 Sandy Handoko dan Fitrah Alamsyah meninggal karena overdosis obat-obatan terlarang. Berita kematian mereka menggemparkan industri musik Indonesia pada masa tersebut. Posisi Sandy Handoko kemudian digantikan oleh Suherman 'Herman' Husin.

Setelah Jamrud merilis empat buah album studio, pada tahun 2007 Krisyanto mengundurkan diri dari Jamrud dengan alasan sudah jenuh dan lelah dengan aktivitas bermusiknya di grup musik tersebut. Dia kemudian merilis album solo pertamanya berjudul Mimpi (2009).

Formasi baru
Paska keluarnya Krisyanto, Jamrud langsung bergerak merekrut personel baru. Tiga personel baru ditambah kedalam band mereka. Mereka adalah Jaja Donald Amdonal (vokal) yang menggantikan Krisyanto, Mochamad 'Irwan' (Gitar 2) dan 'Danny' Rachman (drum) yang menggantikan Suherman. Dengan formasi ini Jamrud merilis album terbaru bertajuk New Performance 2009 yang dirilis di CiToS Jakarta tanggal 16 Maret 2009. Jamrud berencana akan merilis sebuah album kompilasi sebelum melakukan Tour pada akhir tahun 2009.

Album studio
* Nekad (1996)
* Putri (1997)
* Terima Kasih (1998)
* Ningrat (2000)
* Sydney 090102 (2002)
* BO 18+ (2004)
* All Access In Love (2006)
* New Performance 2009 (2009)
* Sesuatu Yang Tertunda (Jamrud) (2010)

Kompilasi
* The Best Collection of Jamrud (1999)
* All The Best Slow Hits - Jamrud (2003)

Formasi dan personil
* Aziz Mangasi Siagian (gitar, 1989 - sekarang)
* Ricky Teddy (bass, 1989 - sekarang)
* Jaja Amdonal (vokal, 2008 - sekarang)
* Danny Rachman (drum, 2008 - sekarang)
* Mochamad Irwan (gitar, 2008 - sekarang)

Mantan personil
* Agus (drum, Jamrock, 1989)
* Oppi (vokal, Jamrock, 1989 - 1995)
* Budhy Haryono (drum, Jamrock, 1989)
* Krisyanto (vokal, 1995 - 2007)
* Sandy Handoko (drum, 1990 - 1999, meninggal)
* Fitrah Alamsyah (gitar, 1989 - 1999, meninggal)
* Suherman Husin (drum, 1999 - 2008)
* Deni Barnas (Drum, 1989-1990)

Video klip musik
* Nekad (1996): "Nekad", "Ayam",
* Putri (1997): "Putri", "Maaf", "Cerita Jalanan" (Live)
* Terima Kasih (1998): "Terima Kasih", "Dokter Suster", "Berakit-rakit", "Otak Kotor", "Kurang Piknik", "Trouble Shanty" (Live)
* Ningrat (2000): "Ningrat", "Kabari Aku", "Asal British", "Surti-Tejo", "Pelangi di Matamu", "Jauh (Andaikan...)"
* Sydney 090102 (2002): "Waktuku Mandi"
* BO 18+ (2004): "Senandung Raja Singa"
* All Access In Love (2006): "Lelaki Biadab", "Ajari Aku Cara Mencintaimu", "Hapus Saja Nomerku", "Viva Jammers"